Sekitar tahun 1000M.
Pagi
buta, kabut masih menyelimuti sebuah desa mungil di pinggiran
kerarajaan Janggala/Dhoho’DahanaPura/Kadiri (Kediri sekarang). Seorang
gadis amat cantik dan anggun, lembut budi dan manis tutur kata bernama
Diah Ratna Manggali. Ia adalah Putri seorang tokoh besar perempuan
pemuja dewi durga bernama Calon Arang.
Diah
Ratna Manggali sedang berjalan menelusuri pematang sawah menuju anak
bengawan untuk mencuci pakaian. Satu wadah penuh berisi pakaian karena
Ratna Manggali bukan hanya mencucikan pakaian Ibunya, tapi semua pakaian
para canrik ‘murid-murid’ ibunya juga ia cucikan. Ratna manggali bukan
hanya terkenal kecantikanya, tapi ia juga terkenal rajin dan pandai
pula menuliskan sajak cinta’dandang gula’





